Tutorial Cara Konfigurasi DNS Server di Linux Debian

 

cara konfigurasi dns server di linux debian 5.0.6 lenny via virtualbox. Apa itu DNS Server dan bagaimana cara membuatnya ? saya akan jelaskan secara singkat pengertian dns server dan cara kerjanya beserta cara konfigurasinya sampai pengujian di bawah ini dan selain itu disini saya juga akan share vidio tutorial konfigurasi dns server di linux debian.

Gambar Ilustrasi Cara Kerja DNS Server

 

Pengertian DNS Server

DNS atau Domain Name Service adalah sebuah sistem yang dikembangkan untuk mengelola penamaan suatu komputer, layanan ataupun sumber daya di jaringan yang disusun secara hirarki dan terdistribus.

DNS berfungsi untuk menerjemahkan nama-nama host (hostname) menjadi nomor IP (IP address) ataupun sebaliknya, sehingga nama tersebut mudah diingat oleh pengguna internet. DNS Server juga membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail.

Cara Membuat / Konfigurasi DNS Server di Linux Debian

Sebelum membuat atau konfigurasi dns server di linux debian, alangkah baiknya anda sudah menginstal linux berbasis text dan sudah bisa menjalankan atau mengoperasikan sistem operasi tersebut. Setelah itu mari kita simak tutorialnya berikut ini.

  1. Instal OS Linux Debian [berbasis text]
  2. Konfigurasi jaringan

Sebelum konfigurasi cek dulu apakah network di linux anda sudah di setting atau belum, jika belum perintah untuk mengeceknya adalah ketik ifconfig lalu enter. jika belum di setting, lakukan hal berikut.
– Edit network interfaces dengan cara ketik perintah : nano /etc/network/interfaces
– Hapus dhcp diganti dengan static
– Lalu ketik perintah seperti gambar berikut
– Jika sudah save dengan cara : CTRL+X > Save > Enter
– Setelah itu restart network / os anda, ketik perintah : /etc/init.d/networking/restart atau reboot
– Cek apakah sudah terkonfigurasi dengan benar atau belum dengan cara, ketik : ifconfig

 

  1. Instal Bind9

Bind9 merupakan salah satu aplikasi yang digunakan untuk membuat DNS Server, cara menginstallnya seperti berikut.
– Masukan CD / File ISO terlebih dahulu. [Device > CD/Drive > Cari file ISO nya]
– Ketik perintah : apt-get install bind9
– Pilih Y
– Lakukan restart bind9 anda atau os linux anda, caranya seperti tadi : reboot

 

  1. Konfigurasi DNS Server

Sebelum konfigurasi alangkah baiknya anda terlebih dahulu file atau folder apa saja yang akan di konfigurasi, file yang akan dikonfigurasi :

  • named.conf.local
  • db.veri [db.local]
  • db.tkjb [db.local]
  • db.192
  • named.conf.options
  • resolv.conf

Setelah anda mengatahui file yang akan di konfigurasi, mari kita lakukan konfigurasi / cara membuat dns server. Caranya sebagai berikut :

1. Masuk ke folder bind terlebih dahulu : cd /etc/bind

  1. Edit file named.conf.local : nano named.conf.local lalu isikan perintah seperti pada gambar dibawah ini. Jika sudah save Ctrl+X > Y > Enter
  2. Copy db.local ke db.veri dan db.xitkjb serta db.127 ke db.192, dengan perintah
  3. Edit file db.veri ketik : nano db.veri 
    Ganti localhost dengan nama domain anda, contoh : Ctrl+W > Ctrl+R > tulis : localhost > Enter > nama domain > Enter > A
    Isi dan ubah filenya seperti di gambar berikut :
  4. Edit file db.xitkjb ketik : nano db.xitkjb
    Ganti localhost dengan nama domain anda, contoh : Ctrl+W > Ctrl+R > tulis : localhost > Enter > nama domain > Enter > A
    Isi dan ubah filenya seperti di gambar berikut :
  5. Edit file db.192 : nano db.192
    Ganti localhost dengan nama domain anda, contoh : Ctrl+W > Ctrl+R > tulis : localhost > Enter > nama domain > Enter > A
    Isi dan ubah filenya seperti di gambar berikut :
  6. Edit file named.conf.options ketik : nano named.conf.options
    Hapus slash //, dan 0.0.0.0 ganti menjadi IP Address anda, misal : 192.168.1.32 Setelah itu Save
  7. Edit file resolv.conf ketik : nano /etc/resolv.conf
    Ubah dan tambahkan isi file tersebut seperti dibawah ini.
  8. Restart Bind9 anda, ketik : /etc/init.d/bind9 restart
  9. Pengujian DNS Server anda menggunakan perintah nslookup [nama domain]

**Note :

  1. Anda bisa membuat 1 domain untuk dns saja, di tutorial ini saya membuatnya 2 domain. Cara membuatnya sama saja.
  2. File nama db.veri / db.xitkjb bisa anda ubah menjadi db.[nama_file] sesuka anda.
  3. Anda bisa menambahkan mail pada file db.veri, db.xitkjb, dan db.192.
  4. Jika saat anda merestart konfigurasi jaringan dan bind9 terjadi failed !!, coba cek kembali konfigurasinya.
  5. Pengujian bisa dilakukan dengan cara lain, seperti ping [ip domain] atau lainnya.

 

Install Ubuntu Server 16.04

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Selamat pagi rekan rekan sekalian, apa kabar semuanya… Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba share bagaimana cara Install Ubuntu Server 16.04 LTS dan bagaimana cara konfigurasinya dimana Ubuntu versi 16.04 LTS dengan code name (Xenial Xerus) LTS adalah versi terbaru dari Ubuntu yang di rilis oleh Canonical pada bulan kemarin tepatnya pada tanggal 21 April 2016. Ubuntu 16.04 LTS menggunakan kernel Linux Versi 4.4.

fitur fitur apa saja anda bisa lihat disini

 

Persyaratan Sistem

 

untuk spesifikasi hardware yang dibutuhkan, Ubuntu 16.04 LTS Server Edition mendukung tiga (3) arsitektur besar: Intel x86, AMD64 dan ARM. Tabel di bawah ini daftar direkomendasikan spesifikasi hardware. Tergantung pada kebutuhan Anda. semakin tinggi spesifikasinya semakin baik performnya.

 

 

Langkah-langkah installasi Ubuntu Server 16.04 

 

Langkah 1
Pertama-tama, pastikan kalian punya file ISO nya dulu ya, kalo belom punya silahkan download Ubuntu Server 16.04 di website resminya ubuntu disini.

 

Download Ubuntu Server 16.04 32 bit

Download Ubuntu Server 16.04 64 bit

 

Langkah 2
Ok jika sudah, silahkan Burn file ISO image ubuntu server 16.04 ke CD/DVD prosesnya bisa lihat disini atau bisa juga pake usb flash disk lihat disini. Selanjutnya silahkan Setting Bios di Komputer atau Laptop kalian dengan urutan Booting pertamanya nya menjadi CD/DVD kalo pake CD/DVD atau Flashdisk kalo pake flashdisk. kalo udah silahkan di restart.  akan muncul penampakan seperti dibawah ini, Silahkan pilih bahasa menurut bahasa masing masing.

 

 

 

 

Pilih Install Ubuntu Server

 

Pilih Bahasa untuk Installasi

 

 

Pada pilihan Select Your Location pilih other

 

Pilih Asia

 

 

Pilih Indonesia

 

 

Pilih United State

 

 

Jawab No pada pilihan Configure the keyboard

 

 

Pilih English (US)

 

 

pilih English (US)

 

Pada pilihan Primari network interface pilih sala satu yang akan dijadikan primary

 

 

Disini terjadi failed pada Configure te network di karenakan disini tidak mendapatkan ip dhcp maka abaikan saja dan pilih Continue.

 

karna saya tidak terhubung ke internet maka pilih Do not configure the network at this time
masukan nama untuk hostname
masukan Full name user
Masukan nama untuk user
Selanjutnya masukan Password untuk user
Masukan kembali password user

 

 

 

Silahkan sesuaikan pada kota masing masing
Pada pilihan Partition disk pilih Guide – use entire disk and set up LVM

 
disini saya tidak membuat partisi partisi jadi saya biarkan default secara otomatis akan membuat partisi untuk swap dan root partition.
jawab yes
Proses pembuatan file system

 

Proses Installasi
disini saya pilih No automatic update pada pilihan Configure tasksel
Pada pilihan Software selection saya hanya memilih OpenSSH Server
Proses Installasi Software
Jawab Yes untuk install Grub boot loader
Pilih Continue
Oke siahkan login masukan username dan password

 

 

Langkah 3

Oke Setelah kita berhasil menginstall Ubuntu Server 16.04 langkah selanjutnya adalah Setting Network Interface supaya Server bisa terhubung dengan Internet. ada dua cara untuk setting Interface yang pertama adalah menggunakan DHCP dan ke dua adalah Setting dengan menggunakan IP Static. yang pertama kita akan mencoba setting secara DHCP jalankan perintah berikut.

$ sudo nano /etc/network/interfaces
tambahkan script berikut

# The primary network interface

auto enp0s3

iface enp0s3 inet dhcp
Simpan perubahan dengan menekan tombol pada keyboard Ctrl + X lalu pilih Y dan [ENTER]
selanjutnya aktifkan Interface enp0s3 jalankan perintah di bawah ini.

$ sudo ifup enp0s3

$ ifconfig

 


Ok disini Server yang saya gunakan mendapatkan IP Address dari DHCP adalah 192.168.60.222 untuk mengetest apakah server sudah terhubung ke internet kita ping ke salah satu website disini saya mencoba untuk ping ke detik.com
Jika kita ingin mensetting IP Address secara Static anda bisa jalankan perintah berikut.

$ sudo nano /etc/network/interface

auto enp0s3

iface enp0s3 inet static

address 192.168.60.222

netmask 255.255.255.0

gateway 192.168.60.1

dns-search example.com

dns-nameservers 192.168.60.1 8.8.8.8 8.8.4.4
Simpan perubahan dengan menekan tombol pada keyboard Ctrl + X lalu pilih Y dan [ENTER]
selanjutnya restart Interface enp0s3 jalankan perintah di bawah ini.

Masuk sebagai root
$ sudo -s lalu masukan password

# ifdown enp0s3 && ifup enp0s3

# ifconfig
Lalu test ping ke 8.8.8.8


Langkah 4

Selanjutnya kita akan meng update dan upgrade Ubuntu Server 16.04. jalankan perintah berikut.

# apt-get update
untuk mengupgrade silahkan jalankan perintah berikut.
# apt-get upgrade
Ok disini kita telah berhasil menginstall Ubuntu Server 16.04, mengkonfigurasi Network Interface dan mengupdate dan upgrade pada Ubuntu Server 16.04. Artikel selanjutnya kita akan menjalankan Service service yang ada pada Server. Demikian Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kita semua.

 

Cara membuat proxy server di linux Debian

nah posting kali ini akan membahas bagaimana caranya membuat proxy server. apa sih penjelasan atau fungsi dari proxy itu berikut adalah penjelasannya, Proxy Server berfungsi sebagai CACHE yang sewaktu-waktu jika kita ingin mengunjungi halaman yang sama  maka akan ditampilkan dari proxy tersebut terlebih dahulu, dan jika belum ada maka akan diteruskan ke server sebenarnya. selain itu Proxy juga dapat digunakan untuk security dengan kata lain adalah memblokir akses ke suatu situs yang tidak diinginkan..

 

Dibawah ini Langkah-langkah bagaimana membuat Proxy Di linux Debian :

 

  1. Login yaitu dengan mengetik root

 

 

  1. Ketik password, jika sudah tekan enter

 

 

  1. Tahap Berikutnya ketik : apt-get install squid

 

 

  1.  Tekan tombol “Y” untuk melanjutkan proses penginstalan, jika sudah kemudian enter nih gan

 

 

  1. Kemudian Ketik : touch /etc/squid.squid.conf

Jika sudah Kemudian enterrrr lagi nih gan

 

 

  1. tahap selanjutsnyas adalas,, hehe ketik lagi nih gan :  nano /etc/squid/squid.conf

 

 

  1. Tampilan sebelum di apa-apa’in nih gan ..

 

 

  1. Nah jika sudah muncul tampilan seperti diatas maka selanjtnya menghapus semua tulisannya dengan menekan CTRL+K ,, hehe jangan pegel ya sedikit lama lho untuk menghapusnya. selanjutnya ketik scirpt dibawah ini :

 

acl all src all

acl localnet src 192.168.2.3/100

acl situs url_regex -i “/etc/squid/blok_situs.txt”

http_access deny situs

http_access allow localnet

http_access allow all

http_port 3128 transparent

cache_mem 8 mb

cache_mgr server@novanprastyo. net

memory_replacement_policy heap GDSF

cache_replacement_policy heap LFUDA

store_dir_select_algorithm round-robin

cache_dir_ufs /cache 10000 24 256

cache_store_log none

cache_access_log /var/log/squid/access.log

cache_effective_user proxy

cache_effective_group proxy

visible_hostname www.novanprastyo.net

 

Keterangan : untuk tulisan pertama yang dibold/tebal diganti dengan ip server debian

dan untuk tulisan kedua dan ketiga yang dibold diganti dan samakan dengan hosts di debian

 

 

 

  1. ketik lagi nih gan :  touch /etc/squid/blok_situs.txt

 

 

  1. lagi lagi ngetik lagi nih :  nano /etc/squid/blok_situs.txt

 

 

  1. selanjutnya ketik alamat Website yang di blokir :

Contoh :   facebook.com

                      twitter.com

                      youtube.com

 

 

  1. Ketik :  mkdir /cache

 

 

 

  1. Ayo ketik lagi agan-agan :

chown -R proxy:proxy /etc/squid/blok_situs.txt        “Jika sudah lalu enter”

 chown -R proxy:proxy /cache

 

 

  1. ketiik lagi lagi dan lagi nih :  /etc/init.d/squid stop

 

 

  1. Jika sudah di stop squidnya maka berikutnya ketik :  nano /etc/rc.local

 

 

  1. Tampilan sebelum dilakukan perubahan nihhhh..

 

 

  1. Tambahkan script dibawah tulisan    # By default this script does nothing.

Berikut ini adalah scriptnya :

 

iptables -A PREROUTING -t nat -p tcp –dport 80 -j REDIRECT –to-port 3128

iptables -t nat -I PREROUTING -i eth0 -p tcp -m tcp –dport 80 -j REDIRECT –to-ports 3128

iptables -t nat -I PREROUTING -i eth0 -p udp -m udp –dport 80 -j REDIRECT –to-ports 3128

 

 

  1. Tahap Terakhir yaitu dengan mengetik :   reboot

      dan jika sudah lalu login kembali

 

  1. Selanjutnya ke client dan atur aplikasi browser  seperti di google chrome

 

  1. berikut ini langkah pertama klik tanda yang ditunjuk panah pada google chrome

 

 

  1. selanjutnya Pilih settings

 

  1. Kemudian pilih show advance settings

 

 

  1. Pilih change proxy setting

 

 

 

 

  1. Pilih Lan seettings nih gan..

 

 

  1. Centang seperti yang diarahkan panah 1

isi yang ditujuk panah 2 dengan alamat ip server debian

Isi Panah yang ditujuk panah 3 atau port dengan mengetik 3128

 

 

  1. Tahap terakhir lakukan test dengan membuka alamat yang tadi di blok.. jika berhasil maka tampilannya seperti dibawah ini

 

Facebook

 

Twitter

 

 

Youtube

 

semoga bermanfaat…

 

 

 

Cara Membuat FTP Server Menggunakan Ubuntu Server

File Transfer Protocol (FTP) adalah sebuah protokol Internet yang berjalan di dalam lapisan aplikasi yang merupakan standar untuk pengiriman berkas file komputer antar mesin-mesin dalam sebuah Antarjaringan.

FTP merupakan salah satu protokol Internet yang paling awal dikembangkan, dan masih digunakan hingga saat ini untuk melakukan pengunduhan (download) dan penggugahan (upload) berkas-berkas komputer antara klien FTP dan server FTP.

Sebuah server FTP diakses dengan menggunakan Universal Resource Identifier (URI) dengan menggunakan format ftp://namaserver. Klien FTP dapat menghubungi server FTP dengan membuka URI tersebut.

Instalasi FTP Server

Untuk membuat FTP Server dibutuhkan software yang bernama proftpd. Cara menginstallnya dengan menggunakan perintah seperti berikut:

 

 

 

Konfigurasi FTP Server

Pembahasan kali ini terdapat dua jenis FTP Server yang akan dikonfigurasikan, yaitu:

  1. Private FTP Server
  2. Anonymous FTP Server

 

Sebelum mengkonfigurasi FTP Server ada beberapa file yang akan diedit, yaitu:

  • /etc/proftpd/proftpd.conf
  • /home/ftp (tempat dimana file/data disimpan untuk private ftp)
  • /srv/file (tempat dimana file/data disimpan untuk anonymous ftp)

 

 

Konfigurasi Private FTP Server

Pada terminal ketikan perintah berikut:

nano /etc/proftpd/proftpd.conf

 

Kemudian akan muncul isi file dari proftpd.conf seperti berikut:

 

 

Selanjutnya kita edit beberapa settingan yang ada, seperti :

  1. Ubah UseIpv6 on > off
  2. Ubah ServerName “debian” > “nama_server_name_ftp_anda”
  3. Aktifkan DefaultRoot dan isikan tempat untuk menaruh file/data. Karena kita tadi sudah sepakat membuatnya di /home/ftp maka tuliskan itu di defaultroot.

 

Contoh:

 

 

 

Lalu simpan file dengan shorcut ctrl+x.

 

Kemudian kita akan membuat file yaitu /home/ftp, pada terminal ketikan perintah berikut:

mkdir /home/ftp

 

Setelah itu kita masuk kedalam direkroti /home/ftp, kita akan membuat beberapa folder dan file didalam direktori tersebut, berikut contohnya:

 

 

Kalau sudah semuanya, sekarang kita restart paket proftpdnya dengan perintah:

/etc/init.d/proftpd restart

 

 

Menguji Private FTP Server di PC Client

Untuk settingan IP pada client tidak berubah masih sama dengan sewaktu kita mengkonfigurasi DNS. Langsung saja kita buka browsernya dan ketikan server name ftp di url, berikut contohnya:

 

 

Kemudian enter untuk melakukan request ke ftp server. Pada saat request pasti kalian akan diminta untuk memasukan user dan password. Untuk mengisi form tersebut isikan saja user dan pass sewaktu kalian login di Ubuntu server.

 

 

Tekan OK, lalu akan muncul tampilan seperti berikut:

 

 

Apabila tampilan kalian muncul seperti itu berarti konfigurasi kalian telah berhasil.

 

 

Konfigurasi Anonymous FTP Server

Setelah kita membuat Private FTP server, sekarang kita akan membuat anonymous ftp server. Buka kembali file /etc/proftpd/proftpd.conf dengan menulisnya perintah di terminal sebagai berikut:

nano /etc/proftpd/proftpd.conf

 

Setelah terbuka, cari tulisan “# <Anonymous ~Ftp>” seperti berikut:

 

 

Kemudian hapus tanda pagar pada <Anonymous ~Ftp> hingga </Anonymous>, berikut contohnya:

 

 

 

Non aktifkan DefaultRoot yang sebelumnya sudah di aktifkan.

 

 

Lalu simpan, kemudian restart file dan paket proftpdnya dengan perintah:

/etc/init.d/proftpd restart

 

Sekarang kita akan menuju direktori /srv/ftp untuk mengisi file atau data, berikut contohnya:

 

 

 

Menguji Anonymous FTP Server di PC Client

Buka browser lalu ketikan nama server ftp di url, kemudian enter. Maka akan muncul isi direktori dari /srv/ftp, seperti berikut:

 

 

Apabila tampilan browser kalian seperti gambar diatas berarti konfigurasi kalian telah berhasil.

 

Cara Install Mail Server dan Web Mail Server pada Debian Server

Pada kesempatan kali ini saya akan mengajak sobat semua untuk membahas tentang bagaimana cara menginstal Mail Server dan Web Mail Server pada linux debian server. Sebelumnya apakah diantara sobat semua ada yang belum paham dan mengerti tentang apa itu Mail Server dan Web Mail Server? Okelah, akan saya jelaskan sedikit.

 

Mail server adalah server yang memungkinkan pengguna (user) untuk dapat mengirim dan menerima surat elektronik  atau e-mail satu sama lain dalam satu jaringan atau dengan internet. Kemudian untuk Web mail server adalah sarana yang memungkinkan user dapat mengakses e-mail melalui web. Dalam kata lain sob, web mail server ini merupakan sebuah interfaces dengan kata lain sebuah e-mail yang berada di dalam web sehingga jika membuka e-mail tersebut kita harus membuka web terlebih dahulu dengan koneksi internet dan ini berbasis web. Fungsi dari service ini biasanya untuk menyediakan layanan surat elektronik atau e-mail untuk client dalam suatu jaringan local (LAN). Nah, itulah kiranya sedikit penjelasan tentang Mail dan Web Mail Server ya sob ! Semoga saja sobat paham dengan penjelasan diatas dan langsung saja kita beralih kedalam cara penginstalanya.Oke jika misalkan sobat belum menginstall debian, baca tutorial ini dulu Sob : Cara Mudah Install Linux Debian Server Beserta Gambar

 

Langkah-langkah Instalasi dan Konfigurasi Mail Server(Postfix) dan Web Mail Server (Squirrel Mail) pada Debian Server :

 

  1. Pertama, nyalakan komputer Debian Server-nya, lalu login. Kemudian masukkan DVD 2, setelah itu sobat ketikkan perintah “apt-cdrom add” untuk mendeteksi DVD 2. Jika sudah berhasil, maka akan muncul pemberitahuan “….. DVD Binary-2….. “ seperti gambar dibawah.

 

 

  1. Masukkan perintah penginstalan Mail & Web Mail Server nya yaitu “apt-get install squirrelmail postfix courier-imap courier-pop”. Kemudian tunggu beberapa saat. Sebagai contoh, lihat pada gambar dibawah ini.

 

 

 

Jika perintah sudah di ketik, lalu tekan “enter” untuk memulai penginstalanya sob. Akan muncul permintaan seperti gambar diatas yaitu sobat disuruh untuk memasukkan DVD 1, masukkan saja DVD 1, lalu tekan “enter”. Jika berhasil akan muncul tampilan seperti gambar dibawah.

 

 

Pada bagian ini, silahan pilih “Internet Site”.

 

 

Setelah itu, akan ada permintaan untuk memasukkan sebuah nama untuk “System Mail” nya. Masukkan saja nama seperti domain yang telah sobat buat sebelumnya pada pertama penginstalan debian. Sebagai contoh, perhatikan gambar berikut.

 

 

  1. Pada saat muncul permintaan lagi untuk memasukkan DVD 2, masukkan saja DVD 2 nya. Contohnya seperti gambar ini.

 

 

Jika sudah memasukkan DVD 2 lagi, tekan “enter” untuk melajutkan proses instalasi Mail & Web Mail Server. Setelah itu, akan muncul tampilan seperti ini. Dibagian ini, kita pilih “No”.

 

 

  1. Kemudian masukkan perintah “nano /etc/postfix/main.cf” untuk masuk ke konfigurasi Mail Server (Postfix). Contohnya ada ada gambar dibawah ini.

 

 

Kemudian ubah konfigurasinya, tetapi tidak semua kok. Cukup menambahkan tanda “#” didepan baris “ mailbox_command = procmail –a “$EXTENSION” ” dan menambahkan “home_mailbox = Maildir/” pada baris terakhir. Jika sudah, tekan “Ctrl dan X” lalu”y” dan “enter”. Kemudian ketikkan perintah “maildirmake /etc/skel/Maildir” untuk membuat direktori dari Mail Server nya. Untuk lebih jelasnya, lihat gambar dibawah.

 

 

  1. Lalu tambahkan 2 user baru untuk dijadikan sebagai bahan alat mengecek service Web Mail Server nya. Caranya ketikkan perintah “adduser ‘nama user’”. Misalnya, “adduser user1” lalu isikan passwordnya sesuai keinginan sobat. Untuk full name, room number, dll, tidak wajib untuk diisi.

 

 

 

Setelah pembuatan user pertama berhasil, ulangi langkah ini untuk membuat user ke-2 karena disini kita butuh 2 user sebagai alat pengecekan service Web Mail Server nanti.

 

  1. Sekarang saatnya masuk ke bagian konfigurasi Web Mail Server. Caranya, masukkan perintah “nano /etc/apache2/sites-available/default”. Tambahkan konfigurasi seperti yang diberi tanda kotak putih yang pertama.

 

 

  1. Masukkan perintah “nano /etc/bind/db.master” seperti gambar diatas. Di dalam DNS ini, kita akan membuat domain untuk Web Mail Server nya agar bisa kita akses melalui nama domainnya. Kalau sudah masuk ke konfigurasi di db.master, ubah konfigurasi menjadi seperti yang ada pada gambar dibawah ini lalu restart service DNS nya agar konfigurasinya terpasang.

 

 

Silahkan sobat reboot komputer Debian Server agar semua konfigurasi yang dibuat bisa teraplikasikan. Sebenarnya kita bisa merestart service tanpa harus me-reboot komputernya, tapi karena service yang harus direstart agak banyak jadi langsung di reboot supaya lebih praktis.

 

  1. Tunggu proses reboot selesai, lalu masuk ke tahap pengecekan. Setelah reboot, kita masuk ke tahap pengecekan domain dari Web Mail Server. Caranya cukup dengan melakukan tes koneksi atau biasa disebut ‘Ping’. Untuk lebih jelasnya, lihat gambar dibawah.

Jika ping nya berhasil seperti gambar di atas, kita berlanjut ke proses pengecekan melalui web browser dan Command Prompt dari komputer Client. Berikut langkah-langkah pengecekannya.

  • a. Pertama, silahkan cek melalui Command Prompt dengan cara yang sama yaitu ping. Kemudian buka di web browser (http://mail.debianserver.net/src/login.php) lalu login dengan user pertama jika ping nya berhasil.

 

  • b. Setelah login, cobalah dengan mengirim email ke user kedua. Caranya mudah kok sob, tinggal klik “Compose” lalu isikan alamat tujuan dan isinya lalu kirim. Gambar dibawah ini menunjukan bahwa ‘user1’ telah mengirim email ke ‘user 2’.

 

  • c. Kemudian, kita logout dan login lagi tetapi menggunakan user kedua. Setelah login sebagai ‘user2’ kita cek, jika ada email masuk dari ‘user1’ maka service yang kita buat ini telah berhasil dan berjalan dengan baik. Jika hasilnya seperti gambar diatas tadi, berarti service Web Mail Server sukses dibuat dan telah berjalan dengan baik.

 

Jika hasilnya seperti gambar diatas, berarti service Web Mail Server sukses dibuat dan telah berjalan dengan baik. Nah, itulah tutorial tentang bagaimana cara instalasi Mail dan Web Mail Server, dan semoga dapat menjadi manfaat yang besar untuk sobat semua. Sekian